Rabu, 12 Desember 2012

GUA PLATAR, GIRIWOYO, WONOGIRI, JAWA TENGAH




GUA PLATAR
@lesnapurnawan | 082125388014

Salah satu gua yang layak di kunjungi di Wonogiri adalah GUA PLATAR . Dinamakan demikian lantaran letaknya di Dusun Platar, Desa Platarejo, Kecamatan Girimoyo, Wonogiri. Cukup jauh memang dari Ibukota Kabupaten Wonogiri. Sebab berjarak sekira 60 kilometer arah selatan.
Saat akan memasuki areal gua, yang tampak hanya pintu masuk yang terbilang sempit ketimbang kondisi gua pada umumnya. Pasalnya pintu masuknya hanya berukuran tinggi 1,5 meter dan memiliki lebar 2 meter. Tapi, di dalamnya, wah! Terhitung ada lima ruangan di situ. Masing-masing dinamai menurut karakteristiknya. Ada yang dinamakan Ruang Kenthongan, Ruang Watu Lumbung, Ruang Laku Ndodok, Ruang Laku Mbrangkang, dan terakhir Ruang Lorong Panjang.

Ruang Kenthongan merupakan ruangan pertama di Gua Platar. Berupa dimensi dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 2 meter. Di salah satu sudutnya ada sebuah batu lonjong yang jika dipukul mengeluarkan bunyi layaknya kenthongan.

Ruang Watu Lumbung Dinamakan demikian gara-gara terdapat batu besar yang menyerupai tumpukan ikatan padi (lumbung). Di sini ruangannya cukup luas.

Ruang Laku Ndodok. Betul, sesuai namanya pengunjung yang kepengin masuk mesti berjalan ndodok atau berjongkok dengan mengingsut. Panjang ruangan ini mencapai 19 meter.

Ruang Laku Mbrangkang. Berupa lorong super sempit dengan ukuran panjang 36 meter, lebar 1,4 meter, dan tinggi hanya 70 sentimeter. Bisa terbayangkan bagaimana susahnya menyelusuri ruangan ini. Berdasarkan cerita seorang rekan pecinta alam, saat memasukinya, dia mesti merayap seperti ular. Dan harus super waspada, banyak runcingan batu yang bisa saja mengoyak kulit kita.

Ruang Lorong Panjang. Ruang ini memiliki panjang 300an meter. Hanya saja kehati-hatian mutlak diperlukan ketika melewatinya. Suasananya amat gelap dan anda mungkin kesulitan bernafas.

Gua Platar mencapai 400 meter lebih. Wow! Fantastis. Dan ini sudah dibuktikan oleh sekelompok pecinta alam asal Kota
Dan yang perlu di ingat bahwa gua ini masih di angap ‘winggit” oleh sebagian masyarakat sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar